Mengapa Menulis?

Mengapa Menulis?
Seorang pengunjung blog saya pernah menanyakan motivsi saya menulis blog dan sebenarnya saya memiliki motivasi untuk menulis sejak dahulu. Saya selalu mencatat pelajaran di sekolah, di kajian – kajian Islami, dan di berbagai ceramah lainnya. Saya juga sering menulis puisi waktu MA dulu. Beberapa guru saya dulu juga mendorong saya untuk menulis. Ketika waktu pengabdian MA dulu, pekerjaan saya adalah menulis berbagai data – data kesantrian dan beberapa proposal kegiatan.
Menulis adalah kemampuan yang luar biasa dan bukan sekadar menghasilkan suatu tulisan. Pertama, menulis adalah kemampuan untuk membentuk suatu sistem yang begitu sempurna dalam bentuk tulisan. Tulisan terdiri dari berbagai bab, paragraf, kalimat, dan kata – kata yang saling terhubung. Setiap unsur dari tulisan memiliki hubungan dengan unsur yang lain dan memiliki fungsi. Kedua, menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Tidak semua orang mampu menuangkan gagasannya ke dalam tulisan dan diperlukan keahlian dan pembiasaanuntuk menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Penulis harus menyusun unsur – unsur tulisan dan menuangkan gagasan ke dalamnya sehingga menjadi sebuah sistem yang sempurna (tulisan). Menulis bukan hal yang sederhana dan biasa.
Adapun motivasi saya menulis blog adalah sebagai berikut:
1. Mengasah kemampuan menulis.
Saya teringat seorang penulis yang datang ke pondok saya dulu. Dia mengatakan bahwa “Menulis itu seperti berenang. Orang yang berenang tidak akan bisa berenang kalau hanya teori saja. Dia harus diceburkan langsung ke air supaya bisa berenang. Begitu pula penulis, dia harus menulis dan tidak hanya teori saja.”
Jadi saya harus mencoba menulis untuk menjadi seorang penulis skripsi. Dengan selesainya skripsi saya maka selesailah S1 saya. Dengan begini saya bisa lebih cepat jadi sarjana. Dengan menjadi sarjana, saya menjadi lebih layak untuk melanjutkan S2 kemudian menulis lagi.
2. Mengasah kemampuan berpikir.
Menulis mampu mengasah kemampuan berpikir karena menulis juga berpikir. Menulis tanpa berpikir tidak akan menghasilkan tulisan bagus. Penulis yang bagus memiliki pikiran yang luas dan mendalam (walau tidak selalu benar). Jadi menulis mengasah berpikir.
Bukan hanya sekadar mengasah kemampuan berpikir tetapi menulis juga membantu menyusun cara berpikir. Hal ini dikarenakan penulis harus merangkai berbagai pikiran dan gagasan menjadi suatu sistem (tulisan) yang saling berhubungan. Jika penulis tidak memiliki cara berpikir yang teratur (hanya asal mikir), penulis tidak akan mampu membuat sebuah sistem yang sempurna (tulisan): teratur, konsisten, dan sistematis.
3. Mengisi waktu luang.
Hidup sangat sebentar dan selalu menyisakan beberapa waktu luang yang berbahaya. Menulis adalah salah satu solusi mengisi hidup dengan hal yang berguna. Menulis bisa membantu menghabiskan sisa waktu hidup harian. Bagi pemuda yang memiliki keingintahuan yang tinggi, waktu luang memiliki banyak resiko untuk disalahgunakan. Banyak pemuda yang salah mengisi waktu luang mereka dengan merokok, buang – buang uang, main game berlebihan, dan lain – lain.
Waktu luang (jika banyak banyak) yang gagal dimanfaatkan dapat menyebabkan hidup ini kurang efektif dan bisa menyebabkan kematian anda tidak berarti. Jadilah orang yang hidup berguna dan mati indah.
Saya akan akhiri artikel kali ini dengan sebuah quote
“Penulis akan mati, tapi tulisannya tetap hidup.”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *