Linguistics · September 12, 2020

Pencarian Asal Usul Bahasa dalam Sains: Kita Lahir Berbahasa (Bagian 1)

Wikimedia

 

KITA LAHIR BERBAHASA

Ini adalah seri pertama dari Pencarian Asal Usul Bahasa dalam Sains. Seri pertama ini bertopik mengenai Kemampuan Bahasa adalah hal yang alami dan dimiliki sejak lahir. Ya, kemampuan bahasa adalah hal yang diwariskan dari orang ke orang lewat kelahiran. Manusia lahir sebagai makhluk yang bisa berbahasa.

MASA SEBELUM TEORI

Jika anda hidup pada abad 20 pertengahan awal, sebuah pandangan mengenai otak manusia yaitu behaviourisme milik BF Skinner terkenal. Pandangan ini memandang bahwa otak itu bekerja seperti layaknya suatu mesin. Jika anda tahu cara kerja otak maka anda akan dapat ____

Contoh demonstrasi dari teori ini adalah anjing yang diberi makan sembari dibunyikan bel. Jika anjing sudah terbiasa maka anjing tersebut akan berpikir bahwa bunyi bel adalah pertanda makan. Begini lah cara kerja behaviorisme, jika anda paham cara kerjanya maka anda akan tahu sebenarnya.

Jadi, seorang bayi memperoleh bahasa (akuisisi) melalui pola – pola yang dia tiru dari lingkungannya. Seperti yang terjadi pada anjing tadi. Ini adalah pandangan behaviourisme sebelum akhirnya dihantam oleh Noam Chomsky.

Jika bahasa dilihat dengan pandangan seperti ini tentu saja semua orang bukan hanya orang bahkan makhluk lain memiliki kemungkinan untuk mempelajari bahasa. Tapi, tentu saja dengan pandangan Universal Grammar milik Noam Chomsky, pandangan ini terbantahkan.

UNIVERSAL GRAMMAR

Manusia dapat berbahasa bukan hanya karena suatu kebiasaan atau suatu pola tertentu tetapi karena memiliki kemampuan tersebut sejak lahir. Kemampuan memperoleh bahasa (Linguistic Acquisition Device(LAD)) adalah hal yang sudah dimiliki oleh semua manusia sejak dia lahir.

Perlu diperhatikan ya, Chomsky membedakan antara Kemampuan bahasa dan Bahasa itu sendiri. Perhatikan baik2. Kemampuan bahasa dimiliki oleh orang sementara bahasa itu lebih itu eee, saya lupa.

Alih – alih memandang bahwa bahasa adalah sekedar suatu pola dan jika telah memahami pola, maka semua bisa berbahasa, Universal Grammar memandang bahwa bahasa adalah keistimewaan manusia. Dengan kata lain, kemampuan bahasa manusia bukan lah hal yang bisa diajarkan. Kemampuan berbahasa manusia adalah bawaan sejak dia lahir.

Binatang tidak akan pernah bisa berbahasa karena tidak memiliki kemampuan ini. Hanya manusia lah yang dapat berbahasa. Jadi, hanya manusia lah yang dapat berbahasa.

PERJALANAN BERBAHASA MANUSIA

Bayi lahir sebagai makhluk yang berbahasa; mereka lahir dengan LAD. Mereka tidak lahir dalam keadaan nol (kosong dari bahasa). Ada perangkat yang ada di kepala bayi untuk mendukung mereka memperoleh suatu bahasa.

Dengan LAD yang dimiliki sejak lahir, bayi memiliki suatu grammar yang sudah ada. Dengan grammar ini lah seorang bayi memperoleh bahasa.

Melalui perkembanganya, bayi kemudian menempuh cara sendiri. Ada yang berbahasa Indonesia, Bugis, Jawa, Inggris, Arab, Rusia, dan lain – lain.

Ini adalah semangat dari Universal Grammar; Mencari suatu set grammar yang dimiliki oleh semua bahasa dan ketika manusia lahir.

KONTRA

Tentu saja banyak kontra dengan teori ini. Pada dasarnya memang teori ini tidak dibangun dengan bukti – bukti yang kuat secara empiris. Ya setidaknya, teori ini memberikan pandangan baru mengenai bahasa.

Salah satu sudut pandang yang melawan teori ini adalah sudut pandang psikologi. Dalam psikologi, bahasa memang tidak dipandang sebagai suatu set aturan seperti halnya dalam Generative Grammar dan Tradisional Grammar (Universal Grammar memiliki kemiripan dengan mereka). Saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, cuma intinya berbeda pandangan mendasar antara psikologi dan Noam Chomsky.

Universal Grammar memang memandang bahasa sebagai suatu kumpulan kata yang disusun menjadi susunan – susunan yang tak terhingga kombinasinya. Pandangan ini memang tampaknya bagus tetapi memiliki banyak kekurangan. Bahasa dipandang hanya seagai kumpulan kata padahal pada kenyataannya bahasa bukan sekedar kumpulan kata namun hal yang jauh lebih luas.

KOMENTAR SAYA

Saya pribadi tidak memandang bahwa teori ini benar. Saya lebih setuju bahwa makhluk selain manusia itu memiliki kemampuan berbahasa. Meskipun berbeda kemampuan berbahasanya, makhluk selain manusia tetap memiliki sistem komunikasi. Mungkin sebagian tidak menganggapnya sebagai bahasa tapi menurut saya ini adalah suatu jembatan yang perlu diperlebar untuk menjembatani dunia hewan dan manusia.

Apalagi melihat perkembangan grammar yang telah keluar dari sekedar struktur melainkan juga konteks, Universal Grammar versi lama akan semakin tertinggal (Noam Chomsky sendiri juga memperbaiki teorinya). Contoh adalah Systemic Functional Grammar (SFG). Grammar ini sangat bertolak belakang dari grammar – grammar sebelumnya; salah satunya adalah milik Chomsky sendiri (Formal Grammar). SFG memandang bahasa bukan lah sumber utama dari suatu makna melainkan konteks dengan melihat teks secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, Universal Grammar membawa pandangan baru mengenai bahasa. Bahwa bahasa adalah keistimewaan manusia. Bahwa setiap bahasa memiliki suatu hal yang universal. Bahwa semua bahasa manusia adalah istimewa dan memiliki kesamaan yang universal.

By the way, Noam Chomsky masih hidup, teorinya mungkin ada yang versi baru.

Bagaimanakah perkembangan Universal Grammar? Saya kurang paham karena saya masih S1. Nantikan saya kuliah S2.

Referensi:

Britannica.com

Kenneally, Christine. In Search of Origin Words.

Arpita Karwa

https://en.wikipedia.org/wiki/Universal_grammar

×

Privet, drug!

Chat langsung WA saya atau email di muhammadiqbal@jingxing.link

× Chat Saya