Mengapa Saya Berhenti dari Facebook

September adalah bulan pertama saya untuk meninggalkan Facebook. Ini adalah langkah awal saya meninggalkan sosial media. Ingin memulai suatu bentuk kehidupan baru dimana kita tidak saling terhubung satu sama lain dalam sebuah bingkai candu. 

 

Mungkin saya tidak dapat sepenuhnya terlepas dari Facebook, tapi setidaknya saya berusaha untuk terlepas dari beberapa hal yang ditawarkan oleh Facebook. Hal itu salah satunya adalah iklan, orang – orang, dan lain – lain.

Berikut adalah beberapa permasalahan yang ingin saya utarakan berkenaan dengan pemberhentian saya dari Facebook:

CANDU FACEBOOK


 

Pada awal hingga pertengahan tahun ini saya cukup sering memakai Facebook setelah beberapa tahun tidak terlalu aktif; hanya memakai Marketplace. Saya menghabiskan cukup banyak pikiran dan waktu hanya menggunakan Facebook.

Ini mungkin bukan sekedar permasalahan dari diri saya tetapi juga Facebook. Facebook terlalu canggih dan memahami keinginan manusia biasa seperti saya. Dengan pemahaman Facebook yang luar biasa ini lah, Facebook bukan lah tempat yang pantas untuk saya. Saya akan terpancing oleh Facebook dan terus dipermainkan olehnya.

Saya beri kan permisalan adalah dalam perlombaan balapan. Jika ada satu kendaraan yang memiliki kemampuan yang luar biasa di luar batas. Tentu saja kendaraan – kendaraan lain akan menjadi tertinggal dan kehilangan kesempatan untuk menjadi pemenang.

Ini lah yang terjadi pada Facebook. Dengan kehebatannya, dia mampu mengendalikan konsentrasi dan waktu saya bahkan bisa saja hidup saya. Sebagai antisipasi hal tersebut, saya lebih baik untuk berhenti saja menggunakan Facebook dan mungkin sosial media hebat lainnya.

Jika candu rokok itu berbahaya untuk kesehatan anda maka candu Facebook itu berbahaya bagi waktu anda. Sayangi dirimu; kesehatan dan waktumu. Tidak peduli seberapa sehat anda, jika anda tak memiliki waktu, maka itu sama saja.

IKLAN FACEBOOK

Tanpa anda sadari, Facebook adalah salah satu platform sosial media yang banyak iklannya. Dan bagaimana Facebook menampilkan iklan adalah sangat mengganggu bagi saya.

Setiap anda melihat postingan di beranda atau di mana pun, anda akan melihat iklan setiap anda scroll 2 – 3 postingan. Tidak hanya itu saja, setiap anda melihat cerita (story), pandangan anda akan diselipkan dengan iklan. Anda tidak akan pernah dapat terlepas dari iklan dimana pun anda.

Iklan tidak sepenuhnya bermasalah, namun dalam kondisi tertentu, iklan adalah permasalahan besar. Iklan yang terlalu banyak tentu saja akan membuat perhatian anda semakin bercabang. Perancangan iklan yang luar biasa hebatnya dapat membuat anda berpikir tentang iklan tersebut. Dan pada akhirnya, hidup anda akan terganggu.

KOMUNITAS – KOMUNITAS DAN PERAN FACEBOOK

 

Berbeda dari orang lain, saya bukan lah orang yang cenderung untuk menerima pandangan orang lain. Bukan berarti saya adalah orang yang tidak menerima kebenaran tetapi saya tidak mencoba untuk menelan sesuatu secara mentah. Saya sudah memikirkan matang apa yang telah saya terima sehingga ketika ketika ada sesuatu yang baru maka itu perlu untuk dipikirkan lebih mendalam dan butuh waktu. Saya tidak akan menerima semua hal begitu saja. Saya adalah orang yang merdeka.

Begitu lah dalam Facebook, saya melihat orang lain dengan beribu pandangan mereka. Semua hanya membuat saya memikirkan orang lain dengan perhatian yang sebenarnya tidak diperlukan. Saya kehilangan diri saya dan hanya terus melihat orang lain.

Misalkan ketika saya tertarik dengan suatu hal, maka Facebook akan terus memberikan rekomendasi teman dan grup yang memiliki kesamaan dengan ketertarikan saya yang sedang tinggi. Bukannya membiarkan saya memikirkan dan menyelesaikan sendiri, Facebook seolah – olah memberikan saya semua hal yang layak untuk saya sehingga saya kehilangan kemampuan untuk memilih sendiri.

SESUATU DIBALIK SOSIAL MEDIA ONLINE

Foto oleh Cristian Dina dari Pexels

 

Perlu diketahui bahwa Facebook memiliki suatu gagasan dibaliknya. Apa itu? Tentu saja berkoneksi dengan orang lain dan mengekspresikan diri anda. Ini tidak sepenuhnya buruk tapi ini adalah hal bagi saya tidak terlalu baik.

Dengan terhubung dengan orang lain, anda akan bertambah beban karena anda terhubung. Akan ada disana pertukaran ide dan gagasan. Saling memberikan penilaian. Dan lain – lain. Ini semua tidak salah tapi jika berlebihan tentu saja hanya akan membuang – buang konsentrasi saja.

Membayangkan anda memberikan komentar atas semua hal dan anda lupa bahwa diri anda perlu membuat suatu analisis yang lebih matang. Alih – alih anda bertambah baik, anda hanya akan terlalu banyak memikirkan orang lain dan membandingkan diri anda dengan mereka. Anda perlu untuk membatasi diri dan membuat waktu untuk bersendiri.

MENGAPA TIDAK MEMBUAT SENDIRI

Foto oleh Lucky Trips dari Pexels

Ini adalah sebuah alasan yang benar – benar membuat saya tersentuh ketika memikirkannya. Mengapa saya tidak membuat sebuah platform sendiri dimana saya dapat melakukan apa yang lakukan di Facebook.

Saya memakai Facebook untuk membagikan pikiran saya, gagasan, dan pendapat. Lalu, mengapa saya tidak menulisnya di blog saya saja. Mengapa saya tidak mengembangkan blog saya dan malah menulis di Facebook dan membuat Facebook semakin hidup saja.

FACEBOOK TERLALU CANGGIH

Foto oleh Harsch Shivam dari Pexels

 

Ini adalah salah satu hal yang menurut saya sangat berbahaya; ketika ada sesuatu yang luar biasa hadir di dunia. Saya tidak kaitkan dengan permasalahan – permasalahan yang ada di luar diri saya tapi ini adalah ketakutan saya pribadi.

Ketika ada sesuatu yang memiliki kemajuan tinggi dan hebat hadir dalam kehidupan anda, anda tentu akan menjadi tertari dan terpengaruh. Ini bukan lah hal yang baik atau pun buruk, ini adalah hal yang bermata dua (bisa baik dan buruk).

Saya adalah orang yang memiliki kecenderungan untuk selalu pesimis dan sensitif terhadap perubahan yang terjadi dalam kehidupan saya. Ini bukan lah hal buruk, ini adalah kemampuan yang dianugerahkan kepada saya untuk saya melihat dunia ini.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, keputusan saya meninggalkan Facebook, meskipun belum sepenuhnya, adalah saya ingin terbebas dari beberapa yang Facebook tawarkan. Pertama, Saya ingin tidak ingin melihat iklan di tempat – tempat yang seharusnya tidak ada iklan. Kedua, Saya ingin mengambil alih kembali hidup dan konsentrasi saya. Ketiga, Facebook terlalu hebat untuk saya, saya harus menghindari perlawanan dengannya. Keempat, saya bukan lah orang ingin terhubung dengan semua orang. Kelima, Facebook selalu memberikan hal kepada saya dan saya seringkali tidak ingin untuk diberi; saya ingin untuk membuat hal saya sendiri. Lima alasan ini lah yang mungkin menjadi alasan saya meninggalkan Facebook dan mungkin juga media – media sosial tertentu lainnya di waktu mendatang.

Lalu apa solusi saya untuk Facebook? Nantikan di postingan saya berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *