Critics / Literature · Juli 6, 2020

Analisis Cargoes: Masa Setelah Cargoes

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Hasanuddin yang mengambil Kesastraan pasti akan bertemu dengan puisi ini. Ya, puisi ini dibawakan oleh Pak Sagaf di mata kuliah Teori Sastra. Mungkin juga, beliau akan membawakan puisi ini di kelas – kelas lain.

Ilustrasi Kapal
Source: Pinterest

 

Beliau akan menerangkan bahwa puisi ini sangat luar biasa karena merangkum tiga zaman hanya dalam tiga bait puisi. Dia menonjolkan bait ketiga dimana kemajuan teknologi telah membuat semua orang dapat merasakan manfaat dan kenyamanan hidup. Hal seperti ini sangat berbeda dengan zaman – zaman sebelumnya, kekayaan dan barang – barang mahal hanya dapat dirasakan oleh orang – orang kalangan tertentu.

 

Penjelasan ini saya dapatkan ketika saya berada di semester 2 dan sekarang saya ingin menunjukkan masa setelah Cargoes. Penjelasannya akan saya jelaskan setelah analisis puisi:

 

Puisi

Cargoes

Quinquireme of Nineveh from distant Ophir,

Rowing home to haven in sunny Palestine,

With a cargo of ivory.

And apes and peacocks,

Sandalwood, cedarwood, and sweet white wine.

 

Stately Spanish galleon coming from the Isthmus,

Dipping through the Tropics by the palm-green shores,

With a cargo of diamonds,

Emeralds, amythysts,

Topazers, and cinnamon, and gold moidores.

 

Dirty British coaster with a salt-caked smoke stack,

Butting through the Channel in the mad March days,

With a cargo of Tyne coal,

Road-rails, pig-lead,

Firewood, iron-ware, and cheap tin trays.

 

Sumber https://allpoetry.com/cargoes

 

Terjemahan

Susah ya menerjemahkannya. Nyusul saja

 

Analisis

Pengarang puisi ini adalah John Mansfield. Dia adalah orang Inggris (Briton maksudnya British). Saya tidak terlalu tertarik dengan karya – karya sastra Inggris. Hanya saja puisi ini biasa dijelaskan oleh Pak Sagaf jadi pasti adik – adik semester sudah pasti membutuhkan penjelasan yang berbeda dari saya.

 

Puisi ini berkisah tentang tiga buah kapal. Quinquireme of Nineveh, Stately Spanish galleon, dan Dirty British coaster. Kapal pertama adalah kapal yang membawa barang – barang mewah dari daerah Timur Tengah dan Afrika Utara melalui laut merah. Kapal kedua adalah kapal dagang yang mengarungi samudra Atlantik dari Spanyol ke Amerika Latin. Kapal ketiga adalah kapal yang berlayar hanya di pinggiran laut dan kanal – kanal saja di Inggris.

Contoh kapal Coaster tapi mungkin bukan yang di zaman Pak Mansfield
source: Pinterest

 

Perbedaan mencolok adalah antara kapal pertama dan kedua dengan kapal ketiga. Kapal pertama dan kedua adalah kapal yang bagus, membawa barang – barang mewah, dan mengarungi lautan. Sementara itu, kapal ketiga justru sebaliknya, kapal yang kotor, membawa barang – barang murahan, dan hanya berlayar di pinggiran laut.

 

Faedah

Dilihat dari apa yang terlihat pada dua bait pertama, kita bisa melihat bahwa dua jenis kapal tersebut hanya membawa barang – barang bagus yang mahal. Barang – barang tersebut bukan lah untuk komoditas umum tetapi untuk komoditas para elit. Tentu saja pesan yang disampaikan bahwa zaman dahulu hanya orang – orang tertentu saja yang dapat menikmati kemewahan karena kesejahteraan yang lebih tersebar.

 

Bait ketiga adalah bagian yang paling mencolok. Sepertinya penulis ingin memberitahukan bahwa zaman ketika dia menulis puisi ini, terjadi banyak kemajuan teknologi dan kesejahteraan sosial. Kapal – kapal kini (waktu itu) membawa barang – barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam jumlah yang banyak. Tentu dengan jumlah yang banyak maka harga dan jangkauan akan semakin luas juga hingga mereka orang – orang kecil dapat menikmatinya.

 

Kesimpulannya, kemajuan teknologi memang membantu kesejahteraan sosial dan membuka kesempatan kepada semua. Dengan teknologi barang – barang dapat diproduksi dengan mudah, cepat, dan melimpah sehingga menghasilkan barang dengan harga lebih murah.

 

Zaman Setelah Cargoes

Tampaknya penulis hidup di era Revolusi Industri sehingga melihat suatu perubahan yang sangat besar di Inggris. Tentu saja penulis tidak terlalu faham mengenai dampak dari teknologi karena hidup di era tersebut. Meskipun membawa kesejahteraan, teknologi juga memiliki dampak buruk jika dibiarkan begitu saja berkembang.

 

Hal – hal yang terjadi setelah penulis mati adalah seperti PD 2, Perang Dingin, dan lain – lain. Semua kejadian itu telah memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu bersifat positif. Teknologi adala sesuatu yang netral; dapat digunakan untuk kebaikan mau pun keburukan.

Sumber Pinterest

 

Sebuah dongeng dari Yunani yang tentu saja sudah mengalami perubahan; kisah King Midas. Raja yang mendapatkan kemampuan membuat apa yang dia sentuh dengan tangannya menjadi emas. Hingga akhirnya dia menyentuh anaknya dan anaknya menjadi emas. Sebuah kisah yang menyimbolkan bahwa perkembangan teknologi dapat membawa petaka.

Sepertinya, seseorang perlu untuk meneruskan bait puisi ini. wkwkwk. hanya lelucon

 

Referensi

https://www.shmoop.com/study-guides/mythology/king-midas/characters

https://www.enotes.com/topics/cargoes/in-depth

 

 

×

Privet, drug!

Chat langsung WA saya atau email di muhammadiqbal@jingxing.link

× Chat Saya