Kuliah / Literature · Mei 17, 2020

Analisis Puisi Elizabeth Bishop : One Art

Puisi ini adalah salah satu puisi yang cukup menarik. Puisi ini secara garis besar menceritakan perasaan si Penulis yang kehilangan hal – hal yang berharga dalam kehidupannya.

https://www.poetryfoundation.org/poems/47536/one-art

One Art

Elizabeth Bishop

The art of losing isn’t hard to master;
so many things seem filled with the intent
to be lost that their loss is no disaster.
Lose something every day. Accept the fluster
of lost door keys, the hour badly spent.
The art of losing isn’t hard to master.
Then practice losing farther, losing faster:
places, and names, and where it was you meant
to travel. None of these will bring disaster.
I lost my mother’s watch. And look! my last, or
next-to-last, of three loved houses went.
The art of losing isn’t hard to master.
I lost two cities, lovely ones. And, vaster,
some realms I owned, two rivers, a continent.
I miss them, but it wasn’t a disaster.
—Even losing you (the joking voice, a gesture
I love) I shan’t have lied. It’s evident
the art of losing’s not too hard to master
though it may look like (Write it!) like disaster.

Terjemahan

Satu Seni (Seni Kehilangan)
Seni kehilangan itu bukan lah hal yang susah dikuasai
Banyak hal yang tampaknya memang
Akan hilang maka kehilangan itu bukan lah masalah
Kehilangan sesuatu setiap hari. Terima saja
Bingung kehilangan kunci rumah, berjam – jam waktu terbuang
Seni kehilangan itu bukan lah hal yang susah dikuasai
Lalu berlatih lah kehilangan hal – hal yang lebih besar, lebih cepat:
tempat, nama, dan dimana pun yang kamu maksudkan 
untuk bepergian. Tidak ada hal yang akan membawa masalah
Aku kehilangan jam tangan Ibu. Dan lihatlah! Punyaku yang terakhir, atau
setelahnya, dari tiga rumah tercinta telah berlalu.
Seni kehilangan itu bukan lah hal yang susah dikuasai
Aku kehilangan dua kota, yang sangat ku cintai. dan lebih lagi,
beberapa dunia yang aku punya, dua sungai, sebuah benua.
Aku memang merindukan hal – hal tersebut, tetapi itu bukan lah masalah
Bahkan kehilangan dirimu (candaan suara, tingkah laku
yang aku cintai) aku tidak berbohong.  Ini lah bukti
Seni kehilangan itu bukan lah hal yang terlalu susah dikuasai
Meskipun itu tampaknya (tuliskan) seperti masalah
*) ini terjemahannya kurang bagus ya karena hanya bertujuan untuk mempermudah anda memahami puisi.
**) saya menerjemahkan disaster dengan masalah untuk mengurangi negativitas dari disaster yang dimaksud.

Analisis Puisi

Bait Pertama
Puisi ini berisi mengenai kesedihan karena “kehilangan”. Bishop berpendapat bahwa memang banyak yang memiliki kemungkinan untuk hilang sehingga kita sudah tentu akan kehilangan.
Bait Kedua
Kita mengalami banyak momen – momen harian yang merupakan suatu bentuk dari kehilangan. Sebagai yang dicontohkan Bishop, “kehilangan kunci”. Kita pun tak sadar kita harus membuang – buang waktu hanya untuk sesuatu yang kita kehilangan.
Bait Ketiga
Kita harus terus berlatih untuk kehilangan hal – hal yang lebih besar dan lebih cepat lagi sehingga kita tidak membuang2 waktu lagi untuk sesuatu hal yang memang sudah tentu pasti hilang. Bishop pun melanjutkan mengenai hal – hal lain yang sudah tentu pernah kita rasakan dan kita mungkin tak sadari bahwa hal tersebut termasuk “kehilangan”.
Bait Keempat
Bishop kembali memberikan hal – hal yang ia sudah alami yang berkenaan dengan “kehilangan”. Dia pun dapat melalui hal – hal tersebut.
Bait Kelima
Bishop kembali memberikan hal – hal yang ia sudah alami yang berkenaan dengan “kehilangan”. Dia pun dapat melalui hal – hal tersebut. Memang ada kerinduan ketika berpisah dengan kampung halaman, tetapi hal tersebut dapat dilalui. Itu lah mengapa seni kehilangan itu dapat dikuasai.
Bait Keenam
Kehilangan yang paling berat menurut Bishop adalah kehilangan orang yang paling dicintai. Namun meskipun begitu, kita tetap dapat untuk mengatasinya dan melaluinya.
Kehilangan – kehilangan yang disebutkan Bishop dari bait kedua hingga keenam semua berarti bahwa kita harus menguasai hal – hal tersebut dan tidak terlalu terkurung dan bersedih karena kehilangan hal – hal tersebut adalah sesuatu yang sudah lumrah dan memang sudah harus.

Faedah – Faedah dari Puisi Ini

  1. Jangan terkurung dalam kesedihan masa lalu, bangkit dan tetap semangat menatap masa depan.
  2. Jangan terlalu bersedih kehilangan sesuatu karena semua sudah ditakdirkan dan kita harus berusaha menerima.
  3. Jangan membuang – buang waktu hanya karena kesedihan kehilangan sesuatu.
  4. Kita harus mengendalikan kesedihan.

Anu…

Seringkali, kita harus tetap untuk bersedih dan menggunakan kesedihan itu untuk sesuatu yang membangun. Seperti contoh, misalnya, kita bersedih melihat orang – orang yang kelaparan. Tidak bisa kita untuk berbiasa dan begitu saja melaluinya. Kita tetap harus selalu bersedih dan membangun kesejahteraan untuk semua sehingga tidak ada lagi orang kelaparan tanpa sengaja.

Catatan

Saya sangat menyukai puisi ini. Puisi ini benar – benar telah berhasil mengungkapkan bahwa kita tidak bisa untuk terlalu bersedih menghadapi keadaan. Lebih lagi, mungkin kita seringkali bergalau-ria hanya karena suatu kesedihan akan hal – hal sepele. Kita sebaiknya terus melakukan hal – hal yang bermanfaat dan tidak bersedih untuk hal – hal yang memang sudah selayaknya terjadi.
Saat saya kehilangan dompet saya misalnya, daripada saya terlalu lama mencari – cari dompet dan bergalau-ria, saya lebih baik saya melanjutkan jualan saya dan membuat uang yang lebih banyak dari uang yang ada di dalam dompet saya yang hilang.
Demikian lah kurang lebih dari saya. Jika ada pertanyaan bisa dikomen saja atau mungkin bisa chat ke nomor saya +6285740640590
Ini beberapa video Youtube yang sangat membantu untuk memahami puisi ini:
×

Privet, drug!

Chat langsung WA saya atau email di muhammadiqbal@jingxing.link

× Chat Saya